Relung

๐Ÿ‚ sejak 2018 ๐Ÿ‚


renungan

  • Memaknai Ketidakbermaknaan

    Memaknai Ketidakbermaknaan

    Sekitar satu pekan yang lalu, aku bermimpi bertemu Abah. Aku tidak tahu mengapa mimpi itu hadir sementara aku tidak banyak mengingatnya akhir-akhir ini. Bahkan semakin ke sini, aku merasa semakin berjarak dengannya. Bukan karena ketika mengingatnya, hatiku masih sedikit biru. Tapi, lebih ke tentang bagaimana aku melihat masa lalu sebagaimana adanya. Tidak lagi menghakimi, tidak Continue reading

  • Mencoba Hal Baru

    28 Mei kemarin, setelah acara karnaval atletik di sekolah, setelah seharian terjemur di bawah terik, dalam riuh dan kerumunan orang-orang, aku memutuskan mengiyakan ajakan bercengkerama bersama kolegaku. Terdengar sederhana, namun itu bukan suatu keputusan yang mudah. Setelah lelahku yang luar biasa, aku seolah menambah lelah lagi. Tapi nyatanya aku tidak apa-apa. Setelah sampai di kos, Continue reading

  • Happy Friendniversary

    Mengenang 5 April Di masa lalu mungkin aku akan langsung mengirimkan paragraf panjang ini. Tapi, semakin aku mengenalmu, aku semakin tahu bahwa kamu bukan manusia yang sedalam itu. Dan itu tidak apa-apa. Aku tidak begitu mempedulikan bagaimana seseorang memaknai sesuatu yang itu berbeda dengan caraku memaknainya. 2018-2025, minus satu setengah tahun putus silaturahmi. Aku masih Continue reading

  • Sesuatu yang tidak aku tahu (III) – kebohongan

    28 Maret 2025 “Sesuatu yang tidak aku tahu” kadang menjelma jadi pikiran yang berbohong. Seperti senja hari ini, dia berbohong bahwa aku tidak memiliki siapa-siapa. Sementara aku memiliki semua orang yang kubutuhkan di dalam hiduku. Lalu, meskipun aku memanggil kenyataan-kenyataan itu untuk kuproses di kepalaku, masih saja aku seolah terperdaya akan pikiran itu. Orang-orang di Continue reading

  • Sendiri

    23 Maret 2025 “Pindah ke tempat baru dengan orang-orang yang benar-benar baru” adalah aku. Aku juga tidak pernah menyangka akan memiliki perjalanan seperti ini. Hidupku tidak banyak diiringi rencana jadi aku menjalaninya secara spontan saja. Pilihan yang kuambil di akhir 2018 membawaku pada fase sendiri yang penuh liku, menyenangkan, tapi tentu saja ada bagian yang Continue reading

  • Rasa Rendah Diri

    2 Februari 2025 “Ini aku, … . Kamu apa kabar? Kamu masih tinggal di …? Aku kangen.” Sebuah pesan tengah malam yang membuatku seketika menangis tersedu-sedu. Bukan dari seseorang yang begitu penting karena aku hanya mengenalnya beberapa bulan. Tapi apa yang dia lakukan, memberiku pembelajaran mendalam. Kadang kita belajar dari seseorang dengan damai dan bahagia, Continue reading