• Menggenggam Bahagia

    “Shall we look at the moon, my little loon?Why do you cry?Make the most of your life, while it is rifeWhile it is lightWell, you do enough talkMy little hawk, why do you cry?Tell me, what did you learn from the Tillamook burn?Or the Fourth of July?We’re all gonna die” Lirik lagu yang membawaku pada Continue reading

  • Pertama

    Menjadi orang tua tidak mudah, demikian kata orang-orang. Aku tidak benar-benar bisa memahami karena aku belum memiliki anak. Tapi aku bisa mengerti tentang riuhnya. Baru-baru ini kakakku mengalami kecelakaan. Tidak ada luka serius namun membuat mobolitasnya terganggu. Mau tidak mau, dia mengungsi ke rumah ibu. Kupikir ini kali pertama kali aku mengalami rumah dihuni dua Continue reading

  • Tamasya Akhir Tahun

    Tamasya Akhir Tahun

    Tahun 2023 aku pernah mengikuti tamasya beramai-ramai bersama rekan kerja. Menyenangkan dan juga menjadi penanda aku mulai membuka diri. Aku ketika itu mendaki Gunung Ijen dan menyusuri Alas Purwo. Ada juga beberapa tempat lainnya namun setidaknya dua itu lah yang paling berkesan. Tahun ini, entah bagaimana ceritanya aku mengiyakan ajakan bertamasya bersama lagi. Sebenarnya bukan Continue reading

  • Belajar dari Hubungan

    “Terima kasih kepada jiwa yang rela berperan sebagai antagonis dalam hidupku sehingga aku belajar.“ Pertama-tama, aku menulis ini bukan untuk meluapkan benci. Aku menjadikan ini bahan berefleksi untuk diriku sendiri. Aku marah, aku sedih ketika itu terjadi tapi itu adalah masa lalu. Dan aku tidak membawa perasaan-perasaan masa lalu itu di masa sekarang. Pernah dalam Continue reading

  • Sembuh sendiri

    Ada banyak cara untuk menyembuhkan luka di dalam diri kita. Setiap orang tentu berbeda-beda. Apapun itu, adalah perjalanan yang unik milik masing-masing. Bagiku, sembuh sendiri adalah jalanku. Mengapa sendiri? Aku hanya membayangkan jika dalam setiap piluku disembuhkan dengan seseorang. Maka jika seseorang itu pergi, aku akan merasa pilu lagi. Tapi dengan sembuh sendiri, dengan atau Continue reading

  • Teman Terbaik 2

    Seperti yang telah aku tuliskan di Teman Terbaik sebelumnya, setiap teman memiliki musim dan porsinya masing-masing. Itulah mengapa semua mereka berharga karena mereka menjadi bagian diriku di satu titik tertentu. Jika aku menulis ini ketika aku masih SMA, tentu aku akan menulis tentang Elia. Jika aku menulis ini ketika aku di perkuliahan, Sabrina akan jadi Continue reading

  • Teman Terbaik

    Aku memiliki beberapa circle pertemanan. Semua sangat menyenangkan karena mereka berfungsi sesuai porsinya masing-masing. Yang paling dekat denganku, karena porsi bicara kami juga paling banyak, Hendra. Tapi kami long distance, ada banyak hal keseharianku yang menarik yang tidak bersinggungan dengannya. Namun, itu tidak mengurangi kebermaknaannya. Jika ditanya lebih dalam lagi siapa teman terbaikku, jawabannya adalah Continue reading