• Pertemuan

    27 April 2022 Aku tidak menyangka dia akan datang sore ini. Dia menyapaku dan berkata aku gemukan. Di belakangnya ada seorang wanita yang lebih gemuk dariku, menyimpan bayinya di dalam perutnya. Aku pernah mengkhayal skenario ini. Menjadi wanita yg dia bawa ke sebuah acara. Tapi tentu saja itu tidak pernah terjadi. Jalan kami tidak pernah Continue reading

  • Catatan rendah diri II

    6 Maret 2022 Aku masih menyayangimu, tidak ada yang berubah. Aku bahagia jika kau senantiasa ada, itu pula tidak berubah. Tapi kali ini, lukaku sedang ingin banyak didengar. Aku dijerat masa lalu, seperti yang sudah-sudah. Aku tidak tahu, karena pada nyatanya kamu juga kembali, berhasil beranjak dari semua. Dari kesalahanku, dari kecerobohanku. Lalu mengapa? Apa Continue reading

  • Catatan rendah diri

    13 Februari 2022 Continue reading

  • Tentang kepulangan

    5 Januari 2022 Tentang kepulanganSatu hal yang kunanti beberapa waktu terakhirTapi lalu aku belajar bahwa perjalanan ini adalah anugerah terbesar dan terindah dari TuhanBagaimana bisa jiwaku belajar tanpa kehidupan Tapi aku sering berpikir tentang kepulanganSiapa kelak yang menjemputkuApakah abahku, kakekku, nenekku, atau pamankuBagaimana nanti aku bertemu pembimbing jiwakuBagaimana nanti aku melihat mereka yang kutinggalkanAda pula Continue reading

  • Been a year

    11 Desember 2021 It’s been a year since our last met. How are you doing? I’m in the bus station we used to be there. I even sit on the same chair where you wrote notes for me. I still have it. You must be proud of me because I’m getting better each time in Continue reading

  • Tentang Tuhanku

    17 Oktober 2021 Bagaimana bisa aku berjarak dengan TuhankuIa ada pada udara yang kuhirup-embuskanPada hangatnya matahari pagiPada rintik air hujanPada tanah yang menumbuhkan pepohonanIa ada padakuPada jiwa-jiwa yang kutemui dalam setiap kehidupan Tapi kadang lupaJadi aku penuh amarah dan prasangkaSementara laku Tuhan hanyalah cinta kasihTak terbatasTak terlepas Continue reading

  • Di Pantai Petitenget

    10 Oktober 2021 Aku sedang duduk dengan sebuah novel di kedua tanganku: Eleven Minutes, Paulo Coelho. Aku berhenti sejenak karena musik di telingaku sangat bagus, Arcadia. Lalu aku tersesat dalam pandangan di depanku. Ombak dan orang-orang. Lalu aku menulis ini, untuk kuingat di masa mendatang. Betapa aku merasa bagaimana momen mengalir saat ini, di sini. Continue reading