Relung

๐Ÿ‚ sejak 2018 ๐Ÿ‚


Ketika Saturnus

  • Doa

    22 Agustus 2022 Tuhan, beri aku keteguhan hati untuk menjalani semua ini jika ini lah yang terbaik untukku. Dan beri aku kelembutan hati untuk berubah jika yang kukira baik ternyata bukan yg terbaik. Aku selalu percaya janjimu, keputusanmu, dan waktumu. Semoga kepercayaan itu juga senantiasa terpatri dalam hati. Aku akan selalu berusaha sebaik yang kumampu, Continue reading

  • Aku punya diriku

    24 Juli 2022 Aku punya diriku. Yang selalu ada, sabar, dan kuat menjalani berbagai hal. Yang tetap punya harapan pada waktu-waktu yang tidak mudah. Yang berprogres sedikit demi sedikit. Yang tahu caranya untuk tetap hidup. Aku punya diriku. Yang setiap malam sebelum tidur, dalam lelah luar biasa selalu berbisik, “Besok kita coba lagi.” Continue reading

  • As simple as

    25 Agustus 2021 As simple as my body clean, my room clean, my little kitchen works and I eat healthy. As simple as I can enjoy the city lights, adore the moon, look at the sky and feel amazing. As simple as I can walk on the beach, feel the breeze, breathe the air. As Continue reading

  • Catatan rendah diri

    13 Februari 2022 Continue reading

  • Di Pantai Petitenget

    10 Oktober 2021 Aku sedang duduk dengan sebuah novel di kedua tanganku: Eleven Minutes, Paulo Coelho. Aku berhenti sejenak karena musik di telingaku sangat bagus, Arcadia. Lalu aku tersesat dalam pandangan di depanku. Ombak dan orang-orang. Lalu aku menulis ini, untuk kuingat di masa mendatang. Betapa aku merasa bagaimana momen mengalir saat ini, di sini. Continue reading

  • Dear myself

    27 Juli 2021 Dear myself, Many things happen in your life had strengthen you. Every lost is count. Every pain, every mourn, every tears, you overcome them. It was not easy but it passed. It shall pass. You died multiple times, you raised again. You live. “Breathe,” you said to your self. No matter how Continue reading

  • Aku ingin menulis puisi

    14 Januari 2021 Aku ingin menulis puisiTapi aku kehilangan kata-kataUntuk mendung dalam senja di perjalananAku masih kehilangan kata-kataUntuk hijau persawahan gunung menjulang dan air laut di tepian Aku ingin menulis puisiTapi aku sejenak kehilangan dirikuPada gemerlap kerlip lampu-lampu malam di jalanPada gelap semak-semak pohon yang hitamPada embusan air laut yang menusukAku ingin menulis puisiTapi sudah Continue reading