Aku, dalam Bait Sendunya

Aku adalah puisi sendu dari seseorang yang memaknaiku dalam
Aku tersentuh
Tapi takdir kita sangat jelas dan sederhana: bukan untuk bersama

Aku bertanya-tanya, apakah dalam dirinya masih ada luka?
Dia menyiratkan rindu dalam sebuah canda yang getir
Kami saling bicara seperti di pinggir danau kenangan
Hanya melihatnya, tanpa harus basah berenang lagi
Tapi nyatanya aku masih melihatnya kuyup dari musim masa lalu
Sementara musimku telah berganti seluruh

Namun masih ada sekam romansa di dalam diriku yang begitu mudah untuk dijadikan api
Apalagi dia cukup hangat dan tahu cara membuatnya jadi nyala
Kami pernah saling bergelora pada masanya
Muda dan bebas
Tapi jelas takdir bersama memiliki batas
Kami pernah ada jadi ‘kita’
Tapi bukan untuk selamanya

Aku menerima itu
Tak ada sedikitpun gusar atau rasa belenggu
Menerima takdirku dengan kepercayaan seluruh bahwa itulah yang terbaik
Dan yang terbaik itu bukan lagi tentang beriringan
Barangkali di lain kehidupan
Puisinya tentangku adalah penuh kebahagiaan



Leave a comment