Relung

๐Ÿ‚ sejak 2018 ๐Ÿ‚


June 2025

  • Aku, dalam Bait Sendunya

    Aku adalah puisi sendu dari seseorang yang memaknaiku dalamAku tersentuhTapi takdir kita sangat jelas dan sederhana: bukan untuk bersama Aku bertanya-tanya, apakah dalam dirinya masih ada luka?Dia menyiratkan rindu dalam sebuah canda yang getirKami saling bicara seperti di pinggir danau kenanganHanya melihatnya, tanpa harus basah berenang lagiTapi nyatanya aku masih melihatnya kuyup dari musim masa Continue reading

  • The Room of The Sky and The Sea

    The Room of The Sky and The Sea

    No need title for the room we createOur laughters speak louderOur conversations dive deeperAnd our silences create a chamber You said you don’t keep people but you keep meI said the same, and I do too Have you ever wondered?How two people so bad at holding onStill ended up holding each other this long?We built Continue reading

  • Memaknai Ketidakbermaknaan

    Memaknai Ketidakbermaknaan

    Sekitar satu pekan yang lalu, aku bermimpi bertemu Abah. Aku tidak tahu mengapa mimpi itu hadir sementara aku tidak banyak mengingatnya akhir-akhir ini. Bahkan semakin ke sini, aku merasa semakin berjarak dengannya. Bukan karena ketika mengingatnya, hatiku masih sedikit biru. Tapi, lebih ke tentang bagaimana aku melihat masa lalu sebagaimana adanya. Tidak lagi menghakimi, tidak Continue reading