Bagaimana rasanya hidup tanpa depresi ya? Bahkan di saat aku dalam fase moderate seperti ini, aku masih bisa merasa hidupku luar biasa. Bahkan di saat aku dalam fase moderate, aku merasa hidupku jauh dan jauh lebih baik dari hidupku di masa lalu ketika remaja, ketika hidupku penuh hingar-bingar kemudaan. Aku paham, setiap kehidupan, entah milik siapapun itu, ada bahagia, kesulitan dan deritanya masing-masing. Namun penderitaan oran lain yang (seolah nampak) lebih buruk dari milikku, tidak serta merta membuatku mengecilkan apa yang aku pernah alami, aku rasakan. Aku bukan lagi seorang yang mengecilkan perasaanku sendiri.
Aku tidak lagi surviving, aku sudah lebih sadar.
Mungkin itulah yang membedakan aku sekarang dengan aku di masa lalu. Dulu mungkin hidupku mengalir tanpa kesadaran apapun. Aku digerakkan sesuatu dan tidak banyak mengerti tentang diriku. Sekarang mungkin aku masih juga digerakkan sesuatu itu, namun sekarang aku sadar jika memang ada sesuatu yang menggerakkanku. Aku pikir sekarang aku lebih tahu banyak tentang diriku.
Lalu mengapa rasanya masih ada sesuatu yang tidak bisa aku jelaskan yang seolah menarikku dari realitaku sendiri? Kadang aku sedang mengawang kosong entah ke mana, lalu tiba-tiba aku menangis, tanpa aba-aba. Tanpa aku tahu apa yang menyakitiku. Di masa lalu yang aku mengerti apa yang membuatu merasa sakit, kali ini tidak.
Aku hanya kosong dan menangis.
Aku merasa di sana lah masalahnya. Sesuatu yang menarikku itu tadi. Sesuatu yang tidak aku ketahui. Bagaimana caraku mempebaikinya, menyembuhkannya (jika itu memang sakit), namun sebab musababnya saja aku tidak mengerti? Bagaimana aku bisa membantu diriku, jika apa yang belum kubereskan saja aku tidak tahu? Yang lebih menganggu adalah semuanya bermuara pada ‘ketiadaan’. Sesuatu yang tidak aku tahu itu tadi, selalu ingin membuatku jadi makhluk ghaib. Tapi sekarang aku adalah seorang yang penuh kesadaran dan berpegang padanya lebih erat dari sebelum-sebelumnya. Bahkan tulisan ini adalah bukti bagaimana aku merawat kesadaranku agar tidak terbawa pada sesuatu yang aku tidak tahu itu.
Bagaimana rasanya hidup tanpa depresi ya? Bahkan di saat aku dalam fase moderate seperti ini, aku masih berpegang pada kesadaran dari sesuatu yang aku tidak tahu, yang seolah menarikku untuk menjadi tiada.

Leave a comment