3 Januari 2022
Setelah aku menilik lebih dalam lagi, aku berpikir, apa yang kurindukan darimu, apa yang spesial darimu?
Ucapan selamat pagi, selamat malam yg tidak pernah kau beri.
Pelukan hangat yang tidak pernah kudapatkan?
Kata-kata apresiasi yang tak pernah kuingat kapan aku menerimanya.
Aku mungkin lupa, tapi kapan aku pernah mendengar kau menanyakan bagaimana hariku, bagaimana perasaanku.
Kamu berbagi waktu hanya karena kamu sempat, bukan menyempatkan diri.
Kasih sayang? Kasih sayang yg seperti apa?
Di masa lalu, aku tidak pernah mendapatkan apa-apa darimu?
Yang kau beri hanyalah sebatas ujaran-ujaran di waktu senggangmu yang kesepian.
Karena jika ada seorang lain di sisimu, kau lantas lupa.
Tapi ketika aku bisa belajar dalam sepi itu, aku sadar, aku tidak membutuhkan apa-apa darimu karena pun kamu tidak pernah memberiku apa-apa selain bicara.
Dan karena bicara itu saja yang kau suka, karena bicara itu saja yang kau mau.
Aku bertahan dengan ilusi yang kuciptakan sendiri, ilusi yang kuharap itu terjadi. Pada kenyataannya, hingga saat ini, itu tidak pernah menjadi ada, menjadi nyata.

Leave a comment