5 Desember 2019
Bagaimana kelak jika kita menua dan hidup masing-masing?
Akankah kau masih mengingatku?
Akankah kau bercerita pada istrimu kelak?
Pada anak-anakmu atau bahkan cucu-cucumu?
Mungkin kau hanya akan berujar, “Oh, dia. Hanya teman biasa.”
Seperti yang kutahu, seperti yang sudah-sudah, kau akan selalu menjaga rasa hati pasanganmu
Atau mungkin kau hanya akan menyimpan tentangku untuk dirimu saja?
Bahwa aku adalah teman yang mana padaku kau tidak tahu malu
Dari ujung kuku kakimu hingga ujung rambutmu aku tahu rahasiamu
Dari masa bayimu yang bisa kau ingat hingga sampai pada masa kau bersamaku, aku tahu segalanya
Hal-hal yang bahkan tidak pernah kau ceritakan pada kekasih-kekasihmu sebelumnya
Aku tahu benar apa yang akan kuceritakan jika kelak kita menua dan hidup masing-masing
Meskipun aku tidak yakin akan bisa hidup sampai tua
Tapi jika memang aku menua
Akan kuceritakan segalanya pada suamiku tentangmu
Tak ada yang kukurang atau kulebihkan
Seperti yang kau tahu, aku tidak pernah pandai menjaga perasaan siapa-siapa
Seperti yang kau tahu, aku akan selalu berkata apa yang ingin kukatakan
Akan kuceritakan kau pada anak-anakku, atau bahkan pada cucu-cucuku
Aku akan dengan bangga bercerita bagaimana aku bisa memiliki cinta tak terbatas pada seseorang
Yang padanya tak sedikitpun kehendak untuk bisa memilikinya
Yang padanya aku tetap bisa berbahagia dengan apapun pilihan hidupnya
Yang dengannya, kita tetaplah teman baik setelah apapun yang terjadi di antara kita
Atau mungkin aku tidak perlu repot-repot mengira-ngira
Karena nyatanya, kita ditakdirkan untuk bersama
Anakmu, anakku
Cucumu, cucuku
Lalu kita akan bercerita pada mereka, tentang pertemanan dan percintaan kita

Leave a comment